Do’a / Bacaan Ketika Mendengar Adzan

Do’a / Bacaan Ketika Mendengar Adzan - Adzan adalah berfungsi memanggil orang untuk melakukan shalat. hukumnya adalah menurut para 'Ulama adalah sunnah.

BACAAN KETIKA MENDENGARKAN ADZAN

[37] “Seseorang yang mendengarkan adzan, hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, kecuali dalam kalimat: Hayya ‘alash shalaah dan Hayya ‘alal falaah. Maka mengucapkan:

((لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ)).

((وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا)).


“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku rela Allah sebagai Tuhan, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agama (yang benar). (Dibaca setelah muadzin membaca syahadat). [38]

Membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam sesudah adzan. [39]

((اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، [إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ] )).

“Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. [40]

Berdoa untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa pada waktu itu dikabulkan. [41]

---------------------------------
[37] HR. Al-Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288.
[38] HR. Ibnu Khuzaimah 1/220.
[39] HR. Muslim 1/288.
[40] HR. Al-Bukhari 1/152. Untuk kalimat: Innaka laatukhliful mii’aad, menurut riwayat Al-Baihaqi 1/410, Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, hal. 38.
[41] HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/262.

Demikianlah yang bisa saya paparkan, masih banyak sekali kekurangannya, tetapi intinya kita terus mencari ilmu, dan terus meminta hidayah kepada Allah agar kita bisa melakukan, dapat istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Wallahu A’lam..

Artikel ini diposting oleh Johan As Salafy. Hanya untuk kepentingan DAKWAH dan NON KOMERSIAL, Anda bebas memakai dan menyebarkan sebagian atau seluruh isi artikel ini dengan mencantumkan nama URL/link asli artikelnya.

Ingin artikel Blog Ini Di kirim langsung ke Email anda?
Buruan berlangganan..
Caranya :
1. Masukkan Alamat E-mail Kamu
2. Klik Tombol Berlangganan
3. Buka E-mail Kamu dan Konfirmasi

Ditulis Oleh : Johan As Salafy Hari: Rabu, November 21, 2012 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan Komentar yang baik, karena dengan anda berkomentar yang baik, anda akan selamat dari Kejelekan. Apabila Blog ini menyajikan informasi yang baik dan bermanfaat, silahkan anda pakai dan amalkan, tapi apabila ada kekeliruan dalam artikel Blog ini, saya mohon koreksinya. Terima Kasih.
Admin : www.kolom-doa.blogspot.com